1.3.1. Konsep Hidrolisis

Konsep Hidrolisis

Larutan garam dalam air, ada yang bersifat asam, basa, atau neteral. Hal ini terjadi karena komponen garam ( kation dan anion ) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air ( terhidrolisis ).

Hidrolisis kation akan menghasilkan ion H3O+, sedangkan hidrolisis anion akan menghasilkan ion OH

  1. Garam dari asam kuat dan basa kuat.

Larutannya dalam air akan bersifat netral, karena baik kation maupun anion tidak bereaksi dengan air, sehingga perbandingan konsentrasi H3O+ maupun OH akan tetap, sehingga larutannya bersifat netral.

Contoh:

Natrium Klorida ( NaCl) terdiri dari kation Na+ dan anion Cl, yang sama-sama berasal dari elektrolit kuat, sehingga keduanya tidak mengalami hidrolisis.

Jadi larutan NaCl bersifat netral, karena tidak menyebabkan perubahan perbandingan ion H3O+ dan OHdalam air.

  1. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam ini dalam air akan mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation.

Contoh:

Ammonium klaorida ( NH4Cl ) terdiri dari kation NH4+ dan anion Cl. Kation NH4+ berasal dari basa lemah NH3, sedangkan ion Cl berasal dari asam kuat HCl, yang tidak akan mengalami hidrolisis.

Hidrolisis menghasilkan ion  , maka larutan bersifat asam

  1. Garam dari asam lemah dan basa kuat

Garam ini dalam air akan mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis anion.

Contoh :

Natrium asetat terdiri atas kation Na+ dan anion CH3COO. Dimana Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH, sedangkan ion CH3COO berasal dari asam lemah CH3COOH,

Hidrolisis menghasilkan ion  , maka larutan bersifat basa

  1. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Baik kation maupun anion dari garam ini, di dalam air akan mengalami hidrolisis sehingga disebut hidrolisis total.

Contoh :

Ammonium Asestat ( CH3COONH4 ) terdiri dari kation NH4+ dan anion CH3COO. Baik NH4+ maupun CH3COO breasal dari elektrolit lemah, sehinga keduanya akan mengalami hidrolisis.

Sifat larutan garam tergantung pada kekuatan realtif asam dan basa yang bersangkutan. Jika asam lebih lemah dari basa ( Ka< Kb)  maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih lemah dari asam ( Kb < Ka ) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Sedangkan jika asam sama lemahnya dengan basa ( Ka = Kb ) maka larutan akan bersifat netral.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: